Senin, 20 September 2010

Lagi,Warga Temukan Kapak Batu Prasejarah

Warga Dusun Talangjelatang,Kelurahan Sidorejo, Kota Pagaralam kembali menemukan benda bersejarah berbentuk kapak batu yang diperkirakan berumur ribuan tahun kemarin (19/9). Kepala Dinas Pariwisata dan Senibudaya Kota Pagaralam Syafrudin mengungkapkan,banyak peninggalan bersejarah di Pagaralam seperti arca kubur batu dan kampiung megalit serta benda sejarah lainnya.

“Tetapi sayangnya saat ini Pagaralam belum memiliki museum. Mengingat jumlahnya cukup banyak dan kendala yang dihadapi membuat kami belum bisa menghimpun semua benda bersejarah. Kami berharap permasalahan tersebut menjadi perhatian pemerintah supaya segera membangun museum khusus peninggalan sejarah,” katanya kemarin.

Petugas Balai Arkelogi Palembang Sumsel Kristantina Indriastuti mengungkapkan, melihat bentuk dan ciri kapak batu yang ditemukan warga diperkirakan telah berumur 1.000-2.000 sebelum masehi (SM).Menurutnya,penggunaan benda tersebut pada masa kehidupan tahun sebelum Islam masuk ke Indonesia. Saat itu, kata dia, sudah masuk zaman perunggu dan besi.“Kalau tidak segera dilestarikan benda-benda peninggalan masa lampau tersebut akan hilang siasia.

Tentunya sangat disayangkan karena Kota Pagaralam merupakan salah satu wilayah Sumsel dan Indonesia yang banyak menyimpan nilai sejarah termasuk bukti benda sejarahnya,”ujarnya. Menurut Kristantina, pemerintah daerah harus bekerjasama dengan pemerintah provinsi secara serius terkait usulan pembangunan museum terbesar khusus peninggalan pra sejarah pada masa lampau di Kota Pagaralam.

Apabila tidak segera ditindaklanjuti, kata dia, nilai sejarah tersebut akan hilang dan Provinsi Sumsel mengalami kerugian besar karena kehilangan cerita peradaban manusia pada masa lampau termasuk cikal bakal kerajaan sebelum Sriwijaya. “Kita harapkan pendirian museum di Kota Pagaralam segera terealisasi agar penemuan bendabenda yang memiliki nilai sejarah dapat diamankan dan dilestarikan.

Dampaknya juga nanti menjadikan Kota Pagaralam sebagai pusat penelitian para ilmuwan arkeologi terkait perkembangan peradaban manusia pada masa lampau karena berdasarkan bukti yang ada cukup mendasar,” pungkasnya. Sementara itu, berdasarkan pantauan SINDO dilokasi penemuan, benda berbentuk kapak batu itu memiliki lebar 2-4 cm, panjang 10 cm serta berat 200 gram yang terbuat dari batu granit dengan warna hitam mengkilat keputihputihan.

Pujiono, warga Dusun Talangjelatang yang menemukan benda tersebut mengungkapkan, penemuan berawal saat dirinya menggali lubang untuk membuat bak penampungan air di halaman depan rumahnya. “Tetapi secara tidak sengaja cangkul membentur benda keras. Setelah digali lebih dalam lagi ternyata terdapat batu lonjong dan pipih seperti kapak.Saat ini benda tersebut masih disimpan di rumah saya karena pemerintah daerah sepertinya tidak mau peduli dengan benda penemuan seperti ini,”kata Pujiono.

0 komentar:

Copyright © Turiman 2011 All Rights Reserved hariagustomonugroho@