Potensi pariwisata dan alam Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali menjadi magnet bagi investor negara luar untuk menanamkan modalnya di daerah ini. Kali ini investor asal Rusia bersedia membangun beberapa resort serta membangun pabrik rumput laut di Bumi Anging Mammiri ini.
Rusia menganggap Sulsel sangat strategis dijadikan lokasi wisata dan daerah penghasil rumput laut yang berkualitas. Investor Rusia melakukan penjajakan di Kabupaten Bulukumba dan Takalar.Kedua wilayah tersebut dipercaya mampu menghasilkan rumput laut dengan kualitas terbaik.Sementara khusus pembangunan resort dan kafetaria, Rusia juga membidik di pesisir pantai Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep) dan Barru. Hal ini setelah keduanya memiliki lokasi yang strategis dijadikan sebagai lokasi wisata eksklusif.
Rencana kedua megaproyek ini terungkap setelah Dubes RI untuk Rusia Hamid, Awaluddin, melakukan pertemuan dengan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di rujab Gubernur pagi kemarin. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat itu, Hamid mengatakan, Rusia merupakan negara yang kebutuhannya terhadap rumput laut meningkat pesat. Sejak dua tahun terakhir, terjadi peningkatan sekitar 200% terhadap kebutuhan rumput laut.
Pasalnya, lanjut mantan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) ini, rumput laut bagi warga Rusia tidak hanya dijadikan sebagai bahan konsumsi makanan.Tetapi juga dipergunakan sebagai bahan dasar pembuatan kosmetik dan kecantikan. ”Sekitar 99 % bahan rumput laut ini diimpor dari negara lain.
Tentu ini bisa menjadi pangsa pasar yang besar bagi Sulsel, khususnya rumput laut,” ujar dia saat memberikan keterangan pers di rujab Gubernur kemarin. Sementara dari segi resort dan kafetaria di Rusia juga mengalami pertumbuhan yang cukup pesat. Setiap tahun terjadi peningkatan sekitar 10% sampai 15%.”Mereka (investor Rusia) sangat tertarik berinvestasi di bidang resort eksklusif.
Tiap tahun Rusia ke Indonesia terus meningkat dan uangnya lebih banyak digunakan dibanding turis Jepang dan Asia. Karena itu, Rusia tertarik karena Sulsel memiliki pantai yang bagus. Di Rusia tidak ada pantai yang bagus,”tandasnya kepada wartawan. Lulusan sarjana hukum Unhas ini mengatakan, untuk rumput laut di Bantaeng dan Takalar,pihak investor dan pemerintah setempat sudah menempuh tahap final sehingga dalam waktu dekat ini baru akan dilakukan ekspor ke Rusia.
”Dalam enam bulan ke depan, mereka juga akan membangun pabrik rumput laut di Bantaeng.Sementara untuk resort,Pak Gubernur sudah menunjuk Pangkep dan Barru sebagai lokasinya,”papar Hamid. Karena itu, pada 24 November, Sulsel akan mengirim tim kesenian ke Rusia dan akan menggelar aksinya di tiga kota, yaitu Moskow,Kazan, dan St Petersburgh.
”Kalau mau menarik Rusia, Anda harus mengenalkan kebudayaan anda. Tingkat apresiasi seni Rusia sangat tinggi.Di sana banyak museum dan teater,”pungkasnya. Syahrul Yasin Limpo memberikan respons positif terhadap keinginan investor Rusia menanamkan sahamnya di daerah ini. Hal ini bisa meningkatkan gairah ekonomi di Sulsel dan bisa mengangkat citra Sulsel di mata internasional.
Kamis, 30 September 2010
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar