Sabtu, 12 Februari 2011

Puluhan Sopir angkutan kota

IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia ~> Puluhan Sopir angkutan kota (angkot) trayek 63 jurusan Perumanas Mandala- Pinang Baris diserang sekelompok massa tak dikenal (otk) kemarin siang sekitar pukul 13.00 WIB. Sedikitnya 21 armada rusak akibat serangan massa menggunakan senjata tajam seperti kelewang, potongan besi, broti, dan batu.Peristiwa ini berlangsung di kawasan Kampung Lalang dan Jalan Medan- Binjai.

Akibat peristiwa ini, salah seorang Sopir I Sijabat, 38, mengalami luka di bagian kening terkena lemparan batu oleh puluhan massa yang mengendarai mobil dan motor. Setelah merusak dan menyerang angkot KPUM itu,massa langsung pergi meninggalkan lokasi itu.Kawasan Kampung Lalang dan Jalan Medan-Binjai hingga ke Diski kemarin siang sempat mencekam karena seluruh angkot trayek 63 yang melintas di daerah itu disweeping.

Penyerangan ini diduga terjadi karena massa tidak senang dengan keberadaan angkutan lain masuk ke wilayahnya. Seluruh angkutan KPUM 63 yang melintas ataupun masuk ke daerah Binjai diberhentikan dan para penumpangnya dipaksa turun di tengah Jalan. Setelah itu massa menghancurkan mobil. Kejadian itu baru mereda setelah Kapolsek Sunggal Kompol Sony M Nugroho Tampubolon beserta puluhan anggota dibantu Samapta Polresta Medan turun ke lokasi. Sebanyak enam unit armada angkutan KPUM trayek 63 ditemukan rusak di kawasan Kampung Lalang. Sementara puluhan lainnya rusak di sekitar kawasan Diski. Salah seorang Sopir yang mengalami luka I Sijabat, 38, menceritakan, dirinya saat itu sedang melintas dari arah Binjai menuju Medan.

Setibanya di dekat Jembatan sungai Belawan kawasan Kampung Lalang tiba-tiba puluhan massa membawa potongan besi, broti dan batu langsung melemparinya hingga mengakibatkan seluruh kaca mobil pecah. ”Mereka datang tiba-tiba membawa besi,kayu dan batu.Keningku sempat terkena pukulan kayu,” ujarnya sambil memegang keningnya yang dibalut perban. Menurut Sijabat,kejadian tersebut berlangsung begitu cepat. Dia tidak bisa menandai siapa pelaku penyerangan tersebut. Dia juga mengaku tidak tahu apa penyebab maupun latar belakang penyerangan tersebut.

”Kami hanyaberharapkepolisiansecepatnya turun tangan dan menangkap para pelaku pengrusakan ini,”ujarnya. Salah seorang Sopir KPUM trayek 63, Lamhot Panjaitan, 39, yang ditemui di lokasi kejadian menyesalkan Dinas Perhubungan Kota Medan yang membiarkan trayek angkutan kota selama ini tumpang- tindih. ”Inilah akibatnya kalau Dinas Perhubugan tidak peduli,” tegasnya. Hingga pukul 18.00 WIB puluhan petugas kepolisian masih berjaga- jaga di sekitar lokasi untuk mengantisiasi hal-hal yang tidak diinginkan. Kapolsekta Medan Sunggal Kompol Sony M Nugroho Tampubolon mengatakan pihaknya telah mengamankan enam angkot yang dirusak massa. Mengenai pelaku penyerangan itu, hingga kini polisi masih menyelidikinya.

Sementara itu,Kepala Dishub Kota Medan Dermanda Purba mengatakan pihaknya telah memasang rambu-rambu lalu lintas pelarangan angkot perkotaan masuk ke perdesaan. Pihaknya mengaku heran masih mendapatkan angkot yang melanggar izin trayek dan memasuki yang bukan wilayahnya. ”Jadi kami mintakan kepada angkot untuk sadar diri,trayek mana yang harus dilintasinya.Jangan suka-sukanya memasuki yang bukan wilayahnya,” tandasnya saat dihubungi SINDOtadi malam.

Hingga kemarin malam,Dishub Kota Medan masih melakukan koordinasi dengan Polsekta Medan Sunggal guna membicarakan langkah yang akan diambil ke depan.

2 komentar:

gelang korea mengatakan...

semoga segera dapat d selesaikan..

weightwatchers mengatakan...

lanjutkan perjuangan....

Copyright © Turiman 2011 All Rights Reserved hariagustomonugroho@