Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo mengalokasikan anggaran kesehatan gratis Rp10 miliar dan pendidikan gratis Rp7 miliar. Besaran anggaran pendidikan gratis Rp7 miliar, masih sama dengan anggaran 2011. Anggaran ini tidak termasuk dana bantuan keluarga miskin (BKM) sebesar Rp1,2 miliar sebagai program penunjang pelaksanaan pendidikan gratis tingkat lokal Palopo,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Palopo Muh Yamin ditemui media di Komisi I DPRD Palopo, kemarin.
Usulan anggaran kesehatan dan pendidikan gratis tersebut tertuang dalam draf Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2012. Usulan anggaran kesehatan gratis diplot melalui RSUD Sawerigading Palopo, sedangkan anggaran pendidikan gratis melalui Dinas Pendidikan Palopo.
Hal itu menunjukkan bahwa Pemkot Palopo tetap konsisten melaksanakan dua program andalan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel di bawah kepemimpinan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL),yakni pendidikan gratis dan kesehatan gratis. Menurut Muh Yamin, dana BKM dikhususkan bagi pelajar miskin tingkat SMA/SMK,baik negeri dan swasta.
Dana itu untuk subsidi iuran komite sekolah Rp65.000 per siswa per 10 bulan sesuai kalender pendidikan. Jumlah siswa miskin yang diusulkan menerima dana BKM sekitar 1.417 siswa sehingga anggarannya diusulkan Rp1,2 miliar. “Dana pendidikan gratis berasal dari sharing APBD Palopo sebesar 60% dan APBD Sulsel sebesar 40% untuk seluruh jenjang pendidikan.
Dana ini di luar Biaya Operasional Sekolah (BOS) yang digulirkan khusus tingkat SD hingga SMP dari Pemerintah Pusat,”paparnya. Sementara itu,Kepala Dinas Kesehatan Palopo dr H Thamrin Jufri menyebutkan, dari anggaran belanja bidang kesehatan Rp45 miliar yang diplot untuk RSUD Sawerigading Palopo, Rp10 miliar dialokasikan bagi program kesehatan gratis.
“Usulan anggaran ini masih sama dengan 2011,”katanya. Dia menjelaskan, anggaran kesehatan gratis ini dialokasikan melalui RSUD Sawerigading Palopo karena pusat pelayanan kesehatan gratis di Palopo ada di rumah sakit ini. “Untuk RSUD, dianggarkan juga dana kemitraan pengobatan lanjutan pasien sebesar Rp5 miliar sebagai program kemitraan untuk layanan kesehatan gratis,”paparnya.
Kota Palopo di bawah kepemimpinan HPA Tenriadjeng dan Rahmat Masri Bandaso (Tentram), tercatat sebagai salah satu kabupaten/kota terbaik di Sulsel dalam pengalokasian anggaran kesehatan gratis. Bahkan, pada 2011, Kota Palopo menempati peringkat kedua dari 24 kabupaten/kota se-Sulsel.
Menurut Thamrin, prestasi ini mendapat penghargaan dari Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo pada puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2011 pada 12 November. “Mudah-mudahan prestasi ini bisa dipertahankan pada 2012,sehingga pelayanan kesehatan gratis dapat menyentuh semua lapisan masyarakat,” pungkasnya.
Selasa, 20 Desember 2011
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar